Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Apa Anda termasuk orang dengan tubuh pendek, sangat tinggi atau rata-rata pada umumnya? Memiliki badan yang tinggi mungkin merupakan harapan sebagian besar orang. Badan yang tinggi bisa menambah rasa percaya diri, terutama pada kebanyakan orang Asia. Tinggi badan ternyata tidak hanya berdampak pada penampilan Anda tapi juga kesehatan. Hal ini telah dibuktikan oleh para peneliti melalui penelitiannya seperti dikutip laman Boldsky, Jumat (14/10).

Namun menurut dr Eeric Truumees, dokter spesialis bedah ortopedi dari Austin, Texas, memiliki badan tinggi berpengaruh juga terhadap risiko penyakit dan masalah kesehatan. Dengan tinggi badan 203 cm, ia kerap terpentok ketika harus menggunakan kendaraan umum atau berada di ruang publik.

“Tentu saja orang-orang akan lebih mudah mengingatku. Namun aku juga sering terpentok dan semakin bertambahnya umur membuat responsku semakin lambat, yang menyebabkan kejadian ini semakin sering,” tutur dr Truumees.

dr Truumees pun menyebut setidaknya ada 6 pengaruh tinggi badan terhadap kesehatan tubuh seseorang. Apa saja? Dikutip dari Huffington Post, berikut 6 pengaruh tinggi badan terhadap kesehatan tubuh seseorang:

1. Umur

Penelitian pada mencit menyebut semakin tinggi tubuh seseorang, semakin pendek umurnya. Tidak jelas kenapa hal ini bisa terjadi, namun Mary Schooling dari New York School of Public Health and Health Policy mengatakan ada beberapa gen yang memengaruhi tinggi badan dan berhubungan langsung dengan umur.

2. Risiko kanker

Meski risikonya tampak rendah pada aspek tersebut, tubuh tinggi ternyata memiliki kecenderungan risiko lebih besar pada penyakit kanker. Survei mengatakan, penderita kanker kebanyakan dialami oleh orang-orang yang lebih tinggi tubuhnya. Hal ini terutama yang diderita para wanita, seperti kanker payudara, melanoma, kanker rahim dan sebagainya.

Semakin tinggi badan seseorang, semakin banyak sel yang ada di tubuhnya. Dengan demikin, peluang sel mengalami mutasi abnormal yang berujung pada kanker juga semakin besar. Schooling mengatakan hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian, di mana orang yang tinggi lebih berisiko mengalami kanker payudara, ovarium dan prostat.

3. Jantung dan metabolisme

Penelitian membuktikan orang yang memiliki tubuh pendek lebih rentan mengalami serangan jantung dan penyakit metabolik seperti diabetes. Menurut Schooling, bisa jadi karena semakin tinggi badan seseorang, semakin besar dan kuat pula pembuluh darah mereka.

Seseorang dengan ukuran tubuh tinggi dianggap memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Penelitian membuktikan, keuntungan ini kemungkinan bisa diperoleh bagi mereka yang memiliki tinggi lebih dari 172,7 centimeter. Risiko ini lebih rendah dibandingkan orang yang tingginya di bawah 160,02 centimeter.

Wanita yang tingginya di atas rata-rata juga memiliki risiko lebih rendah pada penyakit diabetes tipe dua. Selain itu, tubuh tinggi memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit alzheimer. Hal ini diperoleh bagi pria yang tingginya lebih dari 177,8 centimeter (wanita lebih dari 170,2 centimeter). Hasil studi ini jika dibandingkan dengan pria yang lebih pendek dari 172,72 centimeter (wanita di bawah 154,94 centimeter).

4. Cedera

Risiko lain memiliki badan tinggi adalah risiko cedera yang lebih besar. dr Truumees mengatakan ketika orang berbadan tinggi jatuh atau terbentur, cedera mereka juga lebih berat daripada yang dialami oleh rata-rata orang lainnya.

5. Sumbatan pembuluh darah

Studi menyebut orang dengan tinggi badan lebih dari 182 cm berisiko 2,6 kali lebih besar mengalami vanus thromboembolism, terutama di bagian kaki. Menurut dr Truumees, orang yang berbadan tinggi lebih sering melipat kaki ketika naik kendaraan, yang mengakibatkan penumpukan darah di pembuluh darah dan meningkatkan risiko sumbatan pembuluh darah.

Sementara bagi seseorang bertubuh pendek, risiko pembekuan darah lebih kecil. Hal ini dirasakan bagi mereka yang tubuhnya di bawah 160,02 centimeter. Sebab, jantung tidak perlu memompa darah dengan jarak yang panjang.

6. Tulang dan sendi

Risiko paling fatal bagi orang dengan badan yang tinggi adalah tidak semua tempat kerja berukuran ideal. Akibatnya, mereka cenderung menunduk atau tidak duduk dengan posisi yang benar. Risiko penyakit serta gangguan tulang dan sendi pun meningkat seperti skoliosis dan radang sendi kronis.

Di sisi lain, wanita yang tingginya di bawah 157,9 centimeter memiliki risiko tinggi pada kehamilan. Mereka lebih banyak mengalami kesulitan selama kehamilan. Risiko terkena diabetes gestasional juga lebih tinggi. Bahkan, penelitian lain membuktikan, orang yang tingginya di bawah rata-rata lebih rentan terkena penyakit stroke. Meski demikian, semuanya tergantung dengan gaya hidup sehat masing-masing individu.


 

Comments