Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Serpihan-serpihan kecil berwarna putih yang keluar dari telinga bayi mungkin bikin beberapa Bunda khawatir ya. Duh, ini apa sih? Apa ada binatang yang bersarang di kuping bayi?

Ternyata, menurut Bidan Ribka, Amd Keb SST yang berpraktik di Perum villa mukakuning blok B no.1 tepat diseberang pom bensin Tembesi, serpihan putih itu adalah wax atau kotoran telinga biasa. Lho, bukannya kotoran telinga itu biasanya agak lengket dan menempel di liang telinga yah?

“Soalnya kotoran telinga itu macam-macam. Ada yang agak cair, ada yang cenderung kering. Kalau yang menyumbat dan mengeras, itu yang perlu diperhatikan,” kata Bidan Ribka dalam perbincangan dengan TerapiBatam.com, beberapa waktu lalu.

Nah, kata Bidan Ribka nih, Bun, selama kotoran telinga tidak keras dan menyumbat, serta tidak bau, maka tidak perlu dikhawatirkan. Telinga manusia, termasuk pada anak-anak yang masih bayi, punya mekanisme pembersihan alami. Jadi, kalau ada kotoran di telinga, biasanya akan disapu keluar.

“Jadi bisa dibersihkan di sekitar lubang telinga bayi setelah mandi,” sambung Bidan Ribka.

Untuk membersihkan kotoran telinga di bagian depan liang telinga, bisa menggunakan cotton bud. Ingat ya Bun, membersihkannya di pintu telinga saja, jangan sampai masuk ke dalam. Soalnya kalau masuk terlalu dalam bisa mengakibatkan luka di gendang telinga.

Oh iya, Bun, pada beberapa anak ada yang mekanisme pembersihan telinga kurang baik nih. Jadi kotoran telinga malah menutup dan menyumbat liang telinga. Kalau masalah ini sering berulang secara tidak wajar ya… jangan ragu untuk kontrol ke dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan ya bun….

Nah, kalau kuping bayi terkena infeksi, mungkin Bunda pernah mendengar saran untuk meneteskan air susu ibu (ASI) agar cepat sembuh ya? Pemberian ASI memang bisa menurunkan risiko terjadinya infeksi telinga, Bun. Tapi caranya bukan dengan meneteskannya. Soalnya kalau diteteskan langsung ke liang telinga malah bisa memperparah infeksi. Cukup memberikan ASI sebagai asupan si kecil saja ya Bun.

 

Comments