Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.

Kegemukan meningkatkan peluang terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit jantung, diabetes tipe 2, apnea tidur obstruktif, kanker tertentu, osteoartritis dan asma. Kegemukan sangat sering disebabkan oleh kombinasi antara asupan energi makanan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan kerentanan genetik, meskipun sebagian kecil kasus terutama disebabkan oleh gen, gangguan endokrin, obat-obatan atau penyakit psikiatri. Hanya sedikit bukti yang mendukung pandangan bahwa orang yang gemuk makan sedikit namun berat badannya bertambah karena metabolisme tubuh yang lambat; rata-rata orang gemuk mengeluarkan energi yang lebih besar dibandingkan orang yang kurus karena dibutuhkan energi untuk manjaga massa tubuh yang lebih besar.

kolesterol-tinggii-300x225

Pengaturan diet dan aktivitas fisik masih menjadi tata laksana utama kegemukan. Bila masalah obesitas pada anak seperti Arya Permana asal Karawang tidak diatasi, maka masalah kesehatan yang mengerikan bisa datang. “Penurunan berat badan itu demi kesehatannya. Jika terdapat lemak berlebih itu bisa memicu hipertensi, diabetes. Itu bisa menjadi penyakit mengerikan. Belum lagi bila ia memiliki kolesterol tinggi dan trigliserida tinggi,” tutur dokter spesialis gizi klinik dokter Samuel Oentoro lewat sambungan telepon kepada Health-Liputan6.com, Selasa (12/7/2016).

Menurut dokter yang berpraktik di RS Siloam Semanggi ini, seseorang dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi berpotensi mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit ginjal. Lalu pada orang dengan kadar trigliserida tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Dokter Samuel mengakui, beberapa pasiennya yang mengalami obesitas di usia belasan tahun telah menjadi penyandang diabetes. Namun dia selalu mendorong orangtua untuk tidak tergesa-gesa menurunkan bobot tubuh anak.

“Saya selalu memberi tahu ke orangtua (pasien) jangan beri target waktu yang penting terjadi penurunan berat badan demi kesehatannya,” katanya. Penurunan berat badan pada anak, kata dia, tidak bisa asal memangkas makanan. Anak-anak masih tumbuh sehingga membutuhkan asupan makanan. “Makannya dikurangi tapi tidak boleh berlebihan karena bisa mengganggu pertumbuhannya.”

Kualitas asupan dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi makanan padat energi contohnya makanan yang tinggi lemak dan gula, serta dengan meningkatkan asupan serat. Obat-obatan anti-kegemukan dapat dikonsumsi untuk mengurangi selera makan atau menghambat penyerapan lemak, disertai dengan asupan diet yang tepat. Apabila diet, olahraga, dan obat-obatan belum efektif, maka balon lambung dapat membantu mengurangi berat badan, atau operasi dapat dilakukan untuk mengurangi volume lambung dan/atau panjang usus sehingga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih dini dan menurunkan kemampuan penyerapan nutrisi dari makanan. Bila Anda–orangtua dengan anak berat badan berlebih maupun obesitas seperti halnya Arya Permana, ada baiknya berkonsultasi hal ini kepada petugas kesehatan atau bisa juga berkonsultasi dengan menghubungi Saras HirudoTherapy.

saras

Comments