Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Kini pasangan suami istri dapat menentukan akan memiliki bayi laki-laki atau perempuan. Hal tersebut bisa terjadi dengan memahami asupan gizi, sifat sperma dan melacak siklus kewanitaan.

Punya buah hati adalah impian setiap pasangan. Terlebih jika bisa merencanakan pula jenis kelamin bayi itu laki-laki atau perempuan. Dulu, barangkali seratus tahun lalu para calon ibu tak menjumpai tes kehamilan. Mereka menyadari akan memiliki bayi dari tanda-tanda perubahan tubuh. Namun kini, teknologi canggih semakin memudahkan. Telah hadir tes kehamilan, cek jenis kelamin bayi, dan lain sebagainya.

Ketika merencanakan kehamilan seperti frekuensi berhubungan, posisi seksual, dan makanan. Mungkin anda mengira bahwa kemungkinan lahirnya bayi laki-laki dan perempuan persentasenya sama (50:50). Anggapan tersebut jelas tidak benar, dikarenakan telah banyaknya bukti yang menunjukkan bahwa kelahiran anak dengan jenis kelamin laki-laki memiliki kemungkinan yang lebih besar, yaitu 51%. Lalu, bagaimana jika pasangan suami istri menginginkan jenis kelamin perempuan?

Sebenarnya yang menjadi penentu jenis kelamin anak adalah sperma. Di dalam sperma seorang pria terdapat kromosom X dan Y. Sementara di dalam sel telur wanita mengandung kromosom X saja. Agar hamil anak laki-laki dibutuhkan pasangan kromosom X dan Y, dan untuk anak perempuan hanya perlu kromosom dan X dan X.

Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa sperma pada pria sesungguhnya dapat dipisahkan antara yang mengandung kromosom X saja dan Y saja. Caranya bermacam-macam, mulai dari penggunaan teknologi yang lebih canggih hingga metode sederhana.

Jenis sperma X dan Y dapat diidentifikasi berdasarkan ciri-ciri tertentu. Sperma X memiliki ukuran lebih besar serta mampu bertahan hidup lebih lama, 5-6 hari, hanya saja pergerakannya lebih lambat. Sperma Y berukuran lebih kecil dan cepat mati, namun ia bergerak lebih cepat .

Para ahli juga menawarkan metode lain yang dapat digunakan untuk mempermudah menentukan jenis kelamin anak. Diantaranya melalui pola diet, waktu berhubungan intim, serta posisi saat berhubungan. Dokter Shettles yang juga penulis buku How to Choose the Sex of Your Baby (Bagaimana Memilih Jenis Kelamin Bayimu).

Berikut penjelasan ilmiahnya, seperti dikutip dari Lifebuzz, Selasa (21/2).

1. Sperma memiliki kromosom X dan Y, sedangkan sel telur hanya memiliki kromosom X. Kromosom X bersifat lebih berat dan luas, namun pergerakannya lebih lambat. Sebaliknya, kromosom Y mampu berenang lebih cepat. Untuk mendapatkan bayi laki-laki, harus terbentuk komposisi kromosom XY. Sedangkan bayi wanita terbentuk dari komposisi kromosom XX.

ILMIAH – Penjelasan ilmiah cara mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan

2. Kecepatan pergerakan sperma juga dipengaruhi masa pembuahan. Jika sel telur siap di tuba falopi, sperma yang mengandung kromosom Y akan tiba awal, bertemu dengan kromosom X pada sel telur. Pembuahan menghasilkan bayi laki-laki.

3. Seorang ibu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung mineral kalium dan natrium maka ia kemungkinan besar akan mengandung bayi laki-laki. Beberapa jenis makanan yang mengandung mineral kalium dan natrium dapat diperoleh dari garam, ikan, teh, kopi, dan buah-buahan.

Sedangkan jika seorang ibu menginginkan anak perempuan, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung mineral kalsium dan magnesium. Mineral-mineral banyak terdapat pada kacang-kacangan, susu, serta cokelat yang bebas garam.

Untuk mengoptimalkan program tersebut, disarankan agar pengaturan pola diet dimulai 1,5 bulan sebelum terjadinya pembuahan. Dilaporkan angka keberhasilan untuk program pola diet ini mencapai 84%.

Namun jika belum memasuki masa pembuahan akan berbeda ceritanya. Sperma berkromosom Y yang mampu bergerak lebih cepat tiba awal di tuba falopi, namun tidak menemukan sel telur. Sementara itu, sperma berkromosom X yang lebih lambat masih dalam perjalanan sehingga ketika sampai tepat pada saat masa pembuahan. Maka akan lahir bayi perempuan.

4. Menurut Dokter Shettles, ketepatan waktu adalah kunci penting. Jika ingin mendapatkan bayi laki-laki dianjurkan absen berhubungan seks selama 4-5 hari sebelum masa pembuahan agar dapat meningkatkan jumlah sperma. Baru setelah itu melakukan hubungan seks saat pembuahan.

5. Jika menginginkan bayi perempuan maka perbanyak seks sebelum masa pembuahan agar kromosom Y yang membentuk bayi laki-laki tiba di sel telur sebelum masa pembuahan.

 

 

Comments