Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Badan gemuk bukanlah pertanda sehat… Setelah masa pubertas, otak orang-orang berkelebihan berat badan menunjukkan tanda-tanda menua 10 tahun lebih cepat jika dibanding otak orang-orang berbadan kurus, demikian satu studi yang diungkapkan Universitas Cambridge. Pada Jumat (5/8/2016), Antara melansir, otak manusia secara alamiah menyusut seiring bertambahnya usia, namun para ilmuwan kian mengenali obesitas mungkin juga mempengaruhi permulaan dan perkembangan penuaan otak. Kini, sebuah studi yang dipimpin oleh para peneliti dari Universitas Cambridge mungkin bisa memberikan bukti baru untuk mendukung keterkaitan ini.

Tim peneliti itu meneliti data dari 473 individu berusia di antara 20 dan 87 dan membagi data menjadi dua kategori berdasarkan berat badan: kurus dan gemuk. Mereka menemukan perbedaan-perbedaan yang mencolok dalam hal volume sumsum dalam otak orang gemuk dibanding mereka yang berbadan kurus. Orang gemuk mengalami pengurangan sumsum otak yang menyebar dibanding orang kurus.

Sumsum otak adalah jaringan yang menghubungkan area-area di otak dan memungkinkan informasi dikomunikasikan antar-wilayah. Tim peneliti lalu menghitung bagaimana volume sumsum berhubungan dengan dua kelompok usia. mereka menemukan orang bertubuh gemuk, katakanlah 50 tahun memiliki volume sumsum yang sebanding dengan volume sumsum otak orang kurus berusia 60 tahun.


Menyiratkan sebuah perbedaan di usia otak hingga 10 tahun. Namun para peneliti hanya mengamati perbedaan ini pada orang-orang yang berusia paruh baya ke atas, mengingat otak adalah organ yang pada khususnya rentan selama periode usia tersebut. Ada pengobatan alternatif bagi penderita kegemukan. Terapi lintah atau hirudinea memberi harapan baru bagi kesembuhan penderita penyakit kardiovaskuler dan mampu menurunkan kadar lemak. Lintah dan pacet (leech) adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea yang dikenal sebagai karnivor dan penghisap darah. Namun, di tangan terapis Ribca AMd Keb, pengelola TerapiBatam.com, hewan ini berubah menjadi obat penyakit Obesitas. Keampuhan terapinya makin tokcer disandingkan dengan pengobatan medis. Ribca AMd Keb, mengatakan, pembuluh darah manusia sebenarnya fleskibel. Namun, kolesterol, lemak dan kalsium membuat pembuluh darah menyempit, tersumbat atau terjadi pembekuan darah.

“Akan penting juga untuk menemukan apakah perubahan-perubahan ini dapat dikembalikan dengan penurunan berat badan,” kata Profesor Paul Fletcher dari Universitas Cambridge. Peneliti dari Coronary Artery Risk Development in Younh Adults (CARDIA) mengevaluasi 5000 orang muda usia 18 hingga 30. CARDIA memonitor para relawan selama 15 tahun untuk melihat bagaimana faktor risiko mempengaruhi kesehatan jantung mereka. Menghisap 10 batang rokok per harimeningkatkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen, peningkatan setiap 30 mg/dL kolesterol LDL meningkatkan risiko hingga 50 persen, dan setiap peningkatan 10 mm Hg dalam tekanan sistolik darah menambah risiko hingga 30 persen.

Ribca AMd Keb mengingatkan orang muda yang gemuk juga pastinya mengalami gejala penyakit jantung tanpa disadari. Ribca AMd Keb menyarankan ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi penderita jantung yaitu garam, kopi dan terutama daging kambing. Makanan tersebut akan menyebabkan pembuluh darah terganggu. Tindakan pencegahan dan pengobatan pun sebaiknya dilakukan sedari dini.


 

Comments