Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Terapi lintah menjadi trend dimasa kini semenjak terbukti mampu untuk mengobati dan mempercepat penyembuhan luka pasca operasi plastik bagi banyak artis holywood, korea dan dalam negri. Melihat lintah mungkin akan sedikit menjijikan bagi sebagian orang. Apakah anda pernah mencoba terapi lintah? Lintah liar banyak ditemukan di rawa berair dan hutan. Ketika lintah menempel ke kulit manusia maka lintah akan menghisap darah dan tidak mudah dilepaskan. Namun terapi menghisap darah dengan lintah telah dikembangkan sejak jaman kuno. Darah yang ditarik atau di hisap oleh lintah adalah jenis darah kotor yang menyebabkan penyakit untuk tubuh.

Ada berbagai penelitian ilmiah yang dilakukan universitas ternama seantero dunia. Lintah adalah mahluk yang berlendir dengan bentuk tipis dan kecil, namun ketika menghisap darah maka tubuh lintah akan berkembang. Lintah pun memiliki banyak jenis dan sifatnya. Secara ilmiah hanya beberapa jenis khusus yang telah diteliti dan digunakan sebagai pengobatan tradisional dan medis. Lintah yang dimaksud disini amat sangat berbeda dari sisi sifat dan alam tempat tinggalnya dengan pacet yang merupakan hewan mungil yang tergabung dalam filum Annelida dengan subkelas Hirudinea (berkerabat namun berbeda seperti kura-kura dan penyu). Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut. Seperti halnya kerabatnya, Oligochaeta, mereka memiliki klitelum. Seperti cacing tanah, lintah juga hermaprodit (berkelamin ganda). Lintah yang sudah sangat terkenal dibelahan dunia eropa, Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis.

Secara umum, lintah medis berbadan pipih dan ceper seperti pemantik api gas, mempunyai 34 gelang dan mulut penghisap pada ujungnya. Ukuran biasa adalah 50 mm dan bahkan mencapai panjang 30 cm.

  • Panjang tubuh mencapai 30 cm
  • Tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula
  • Tubuh relatif pipih
  • Tubuh terdiri dari 34 segmen
  • Tidak mempunyai parapodia dan setae
  • Mempunyai alat penghisap (sucker) di bagian anterior maupun posterior
  • Bersifat hermafrodit
  • Habitat: air tawar dan darat

Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada bagian dorsal. Proses pencernaan penghisap anterior, mulut, faring, tembolok, usus, usus buntu, anus, penghisap, posterior.

Lintah dibedakan dari pacet bukan berdasarkan taksonomi, tetapi lebih pada habitat dimana dia biasa hidup. Lintah sehari-hari hidup di air, sedangkan pacet sehari-harinya melekat pada daun atau batang pohon (di luar air). Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga. Tapi, jika anda ingin mencoba untuk terapi lintah sebaiknya dilakukan oleh ahlinya dari pihak medis saja bukan dukun ataupun mereka pihak non medis yang mengaku ngaku bisa dengan bermodalkan nekat dan belajar video di youtube saja.

lintah-&-pacet itu berbeda

Proses Terapi Lintah

Lintah yang digunakan untuk terapi biasanya adalah jenis lintah yang sudah mendapatkan perlakuan khusus. Lintah sudah bersih dan bisa digunakan untuk terapi. Biasanya lintah yang akan digunakan untuk terapi memiliki bentuk yang kecil dan akan tumbuh besar setelah bisa menghisap darah. Ukuran lintah biasanya bisa mencapai lebih dari 12 cm setelah digunakan untuk terapi. Berikut ini adalah proses terapi lintah dan sistem perawatan yang bisa dilakukan :

  • Lintah akan menempel pada bagian kulit pasien dengan titik tertentu. Para ahli sudah mengetahui jenis titik untuk mengobati berbagai penyakit tertentu.
  • Lintah akan menempel pada kulit kemudian mulai menghisap darah setelah menusuk pada bagian kulit tertentu. Saat lintah menusukkan ke bagian kulit dan bisa menghisap darah maka enzim dan senyawa yang dimiliki oleh lintah akan bekerja secara efektif.
  • Darah yang dihisap oleh lintah akan terlihat seperti darah yang encer dan karena itulah banyak darah yang bisa dihisap oleh lintah.
  • Setelah lintah bekerja pada terapi ini maka tembakau digunakan untuk melepaskan lintah dari kulit.

Jenis lintah yang digunakan untuk terapi adalah lintah khusus yang bisa digunakan sebagai obat. Banyak orang yang merakan manfaat terapi lintah sangat besar terutama untuk mengatasi berbagai jenis gangguan penyakit. Berikut ini adakah beberapa daftar manfaat terapi lintah.

Pertanda-diabetes

  1. Mengobati Diabetes

Apakah diabetes bisa diobati dengan terapi lintah? Sebuah bukti telah dikembangkan bahwa terapi lintah bekerja secara efektif untuk mengatasi kematian jaringan. Kematian jaringan sering dihadapi penderita diabetes sehingga biasanya dokter akan menyarankan untuk amputasi. Manfaat terapi lintah untuk diabetes bisa membantu meningkatkan aliran darah pada jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik. Dengan cara ini maka sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan akhirnya bagian tubuh penderita diabetes yang bermasalah menjadi lebih normal.

kolesterol-tinggii-300x225

  1. Mengobati Penyakit Pembuluh Darah dan Penyakit Kardiovaskular

Berbagai jenis masalah peredaran darah bisa meningkatkan resiko penyakit seperti serangan jantung, stroke dan jenis penyakit lain. Ketika terapi lintah dilakukan maka lintah akan menghisap darah dan melepaskan sebuah senyawa yang mengandung peptide. Senyawa ini bekerja cepat untuk mengatasi masalah pembekuan darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Orang yang sedang memiliki luka juga bisa dipulihkan dengan cepat lewat terapi lintah.

  1. Mengobati Hipertensi

Lintah juga mengandung senyawa khusus pada air liur yang bisa membantu sistem kerja tekanan darah. Salah satu jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh usia pertengahan dan lansia adalah penyakit tekanan darah tinggi. Untuk mengatasi hal ini maka bisa melakukan terapi lintah pada beberapa titik yang langsung bekerja pada bagian pembuluh vena.

  1. Mengobati Peradangan Organ Dalam Tubuh

Penyakit yang disebabkan oleh peradangan memang bisa menyerang bagian dalam tubuh. Untuk mengatasi hal ini maka terapi lintah memang sangat efektif. Air liur lintah yang bekerja saat proses penyerapkan darah dari manusia ke lintah mengandung bdellins yang bisa membantu tubuh dalam mengatasi berbagai penyakit peradangan. Penyakit seperti peradangan saluran pencernaan, hepatitis dan pankreatitis bisa diobati dengan menggunakan terapi lintah.

  1. Mengobati Penyakit Kulit

Berbagai jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur, virus dan bakteri bisa disembuhkan dengan manfaat terapi lintah. Secara efektif maka terapi lintah juga bisa mengatasi beberapa penyakit seperti herpes, eksim dan borok. Bahkan di luar negeri beberapa salon kecantikan telah menggunakan terapi lintah untuk memelihara kecantikan dan mempertahankan kekencangan kulit. Air liur lintah memang mengandung agen khusus untuk mempertahankan jumlah kolagen dalam kulit sehingga sangat baik untuk mengatasi berbagai jenis penyakit kulit.

  1. Mengatasi Nyeri Sendi

Penyakit yang paling banyak menyerang orang tua adalah nyeri sendi. Nyeri sendi biasanya akan terasa apabila tubuh melakukan pergerakan yang melibatkan sendi seperti jalan kaki, perpindahan posisi dan berbagai aktivitas angkat benda. Untuk mengatasi berbagai jenis gangguan ini maka bisa menggunakan terapi lintah karena air liur lintah mengandung bahan anti inflamasi yang bisa mengatasi rasa sakit pada bagian sendi.

lintah-vs-operasi

Mengapa Lintah dapat Menyembuhkan Penyakit?

Pada awalnya lintah hanya dianggap sebagai hewan penganggu saja. Lintah hanya akan menghisap darah dari manusia sehingga bisa menyebabkan bahaya. Namun sekarang terapi lintah dikembangkan dengan beberapa bukti. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa lintah sangat efektif untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

  • Lintah menyebarkan sebuah agen antikoagulan yang bisa menghambat proses pembekuan darah. air liur lintah mengandung sebuah senyawa yang bersifat sebagai anti koagulan alami seperti hirudin. Hirudin pada bagian air liur lintah bisa berfungsi untuk mengikat trombosit.
  • Lintah mengandung calin. Calin berfungsi untuk sebagai antikoagulan alami dan menghambat faktor yang bisa mencegah kerusakan kolagen dalam kulit. Bahkan calin juga berfungsi sebagai inhibitor untuk kolagen.
  • Air liur lintah yang masuk ke dalam kulit manusia juga mengandung Xa inhibitor. Bahan ini berfungsi untuk mengatur sistem koagulasi.
  • Air liur lintah juga bisa bersifat sebagai destabilase. Sistem ini akan mencegah tubuh dalam memproduksi fibrin sehingga proses pembekuan darah bisa diatur lebih baik.
  • Senyawa air liur lintah mengandung bdellins yang berfungsi sebagai salah satu senyawa anti inflamasi yang bisa mencegah pembentukan tripsin, plasmin, dan acrosin.
  • Senyawa air liur lintah mengandung histamine, asetikolin dan inhibitor karboksipeptida A yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan sistem aliran darah dalam tubuh menjadi lebih lancar.
  • Senyawa air liur lintah ternyata juga sangat efektif dalam mengatasi rasa sakit pada bagian tubuh tertentu dan bisa menghambat proses pembentukan bakteri dalam tubuh.
  • Dalam penanganan kasus tertentu, lintah terbukti lebih aman dan lebih murah dari metodologi kedokteran modern yang melibatkan serangkaiaan operasi yang memaksa tubuh menjalani pengobatan yang lebih lama.

saras

Efek Samping Terapi Lintah

Hingga saat ini belum pernah ditemukan efek samping dari terapi lintah selain rasa gatal yang normal seperti gigitan semut dan rasa geli dari pasien itu sendiri. Beberapa ahli yang berkembang dalam bidang ini bahkan memelihara lintah khusus yang berfungsi untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Namun orang dengan sistem kekebalan yang lemah tidak disarankan untuk melakukan terapi ini karena dikhawatirkan akan mudah terkena reaksi alergi dari gigitan maupun bersentuhan dengan lintah. Tapi selama kondisi badan dinilai toleran dan tanpa mengeluarkan reaksi alergi, maka terapi lintah aman untuk dilakukan. Orang yang menderita penyakit HIV dan AIDS juga dilarang untuk melakukan terapi ini. Oleh sebab itu, terapi lintah hanyalah bisa dilakukan oleh pihak medis yang memiliki latarbelakang akademis dan praktis pengecekan kesehatan dibidangnya.

Comments