Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Mike Mohede di usianya 32 tahun meninggal karena serangan jantung pada hari Minggu (31/7/2016). Mengapa individu usia muda seperti Mike Mohede bisa terkena serangan jantung? Mengutip Harvard Men’s Health Watch edisi 2009 yang dilansir laman Harvard Medical School, 10 persen serangan jantung menimpa kaum muda di bawah umur 45. Sama seperti serangan jantung yang menimpa orang-orang tua, 80 persen serangan ini disebabkan oleh masalah arteri koroner, seperti penyumbatan kolesterol pada arteri di jantung.

Kabar berpulangnya amatlah mengejutkan. Namun Mike bukanlah artis pertama yang tutup usia akibat serangan jantung di usia muda. Beberapa waktu lalu pesinetron cantik Irena Justin pun dikabarkan meninggal dunia diduga karena serangan jantung pada usia 22 tahun. Dulu penyakit jantung atau stroke begitu identik dengan usia lanjut atau di atas 50 tahun. Namun kini, orang-orang muda seperti Mike Mohede dan Irena Justine pun bisa mengidap penyakit jantung dan serangan jantung. Berdasarkan data statistik Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dari total 41.590 angka kematian yang ada di Indonesia, 21,1 persen dari 41.590 disebabkan oleh stroke dan 19,1, persen akibat penyakit jantung dan koroner.

kolesterol-tinggii-300x225

Penyebab lain serangan jantung pada orang muda termasuk kelainan pada satu atau lebih pembuluh arteri, penggumpalan darah pada bagian lain dan dibawa menuju arteri jantung, kelainan sistem pembekuan, kejang atau inflamasi pembuluh arteri, trauma pada dada, dan penyalahgunaan obat. Penyakit jantung pada orang muda dikaitkan dengan faktor risiko yang
sama pada orang tua. Hal tersebut termasuk riwayat penyakit jantung dalam keluarga, merokok, kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas abdominal, diabetes, sindrom metabolik, kurang olahraga, emosi terpendam, peningkatan kadar protein C-reaktif, dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit jantung.

Ada pengobatan alternatif bagi pengidap pasien jantung. Terapi lintah atau hirudinea memberi harapan baru bagi kesembuhan penderita penyakit kardiovaskuler. Lintah dan pacet (leech) adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea yang dikenal sebagai karnivor dan penghisap darah. Namun, di tangan terapis Ribca AMd Keb, pengelola TerapiBatam.com, hewan ini berubah menjadi obat penyakit jantung. Keampuhan terapinya makin tokcer disandingkan dengan pengobatan herbal. Ribca AMd Keb, mengatakan, pembuluh darah manusia sebenarnya fleskibel. Namun, kolesterol, lemak dan kalsium membuat pembuluh darah menyempit, tersumbat atau terjadi pembekuan darah.

Lintah memiliki antikoagulan yang membuat darah tak mudah pecah atau menggumpal. “Dua-tiga ekor lintah yang diletakkan pada dada sebelah kiri selama 30 menit akan menghisap lendir dan darah yang menyumbat pembuluh darah sehingga peredaran darah kembali lancar” ujar Rbca AMd Keb, pengelola TerapiBatam.com di tempat prakteknya di Villa Mukakuning B2 No 1 (Sebelah Kanan SP Plaza Kel.Tembesi), Kec.Sagulung Kota Batam.

belly-fat-layers
Untuk bahan pengobatan lanjut, terapis yang telah memulai kliniknya sejak 2015 ini memanfaatkan resep medis resmi karena, Ribca AMd Keb merupakan bidan aktif yang secara medis bia merujuk obat dan perawatan medis lebih lanjut sebagai klarifikasi, tidak seperti “dukun” ataupun “sinshe” abal-abal yang mengaku mendatangkan langsung dari China.

Itu pula sebabnya Ribca AMd Keb tidak punya klinik cabang selain di Villa Mukakuning B2 No 1 (Sebelah Kanan SP Plaza Kel.Tembesi), Kec.Sagulung Kota Batam. Dengan pengawasan yang ketat, Ribca menjamin kesembuhan 9 dari 10 pasien yang datang. ” Sejak awal kami melihat apakah pasien masih dapat sembuh atau tidak. Kalau memang sulit, saya akan menolaknya karena ada jaminan,” ujar terapis yang merupakana cabang dari klinik orangtuanya di Yogyakarta.

Berdasarkan pengalamannya, Ribca AMd Keb menyatakan mampu menyembuhkan penyakit kardiovaskuler antara lain jantung koroner, jantung bengkak, jantung panas, kebocoran jantung, gangguan katup jantung, gangguan arus listrik katup jantung, gangguan irama jantung, lemah jantung, penyempitan pembuluh darah jantung, penyumbatan pembuluh darah jantung, penyumbatan serabut koroner jantung.

Ribca AMd Keb menyebut pasien-pasiennya berasal dari berbagai kalangan termasuk kepala daerah dari seluruh Indonesia, anggota legislatif, bahkan kalangan penyembuh pun datang ke tempatnya. Dia pun melayani pasien yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Ribca AMd Keb mempersilakan pasien yang tetap minum obat dari dokter. “Dengan syarat diminum sejam sebelum minum obat herbal,” ia mengimbuhkan.

Ribca AMd Keb menjamin setelah 16 kali terapi, pasiennya telah dapat hidup normal asalkan diiringi disiplin diri dan perhatian dari seluruh anggota keluarga si pasien dan tentu saja izin dari Sang pencipta. Seorang pasien, Wilmar pegawai PNS di Pemko Batam mengaku baru sekali menjalani terapi telah merasakan manfaatnya. Rasa dingin pada tangan dan lemas pada kaki telah hilang. Dia pun dapat tidur nyenyak di malam hari. “Makanya saya optimis dapat sembuh di sini,” katanya. Dari hasil pemeriksaan labolatorium, ia dideteksi mengalami gangguan pada jantung yang membengkak.

Lain pula Pak Tarigan, pensiunan pegawai swasta berusia 60 tahun yang telah divonis dokter untuk menjalani operasi bypass. Namun ia memilih untuk menjalani pengobatan alternatif lebih dulu. “Saya sebelumnya punya diabetes dan hepertensi. Saya ingin mencoba terapi ini daripada dioperasi.” Dan, ia merasa lebih enak meski baru menjalani terapi sekali.

SAKIT-JANTUNG-KORONER

Peneliti dari Coronary Artery Risk Development in Younh Adults (CARDIA) mengevaluasi 5000 orang muda usia 18 hingga 30. CARDIA memonitor para relawan selama 15 tahun untuk melihat bagaimana faktor risiko mempengaruhi kesehatan jantung mereka. Menghisap 10 batang rokok per harimeningkatkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen, peningkatan setiap 30 mg/dL kolesterol LDL meningkatkan risiko hingga 50 persen, dan setiap peningkatan 10 mm Hg dalam tekanan sistolik darah menambah risiko hingga 30 persen.

Ribca AMd Keb mengingatkan orang muda seumuran Mike Mohede agar tidak mengabaikan gejala penyakit jantung hanya karena merasa “terlalu muda” untuk mengidap penyakit tersebut. Ribca AMd Keb menyarankan ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi penderita jantung yaitu garam, kopi dan terutama daging kambing. Makanan tersebut akan menyebabkan pembuluh darah terganggu.¬†Tindakan pencegahan dan pengobatan pun sebaiknya dilakukan sedari dini.

Comments