Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Datangnya penyakit tidak terlepas dari gaya hidup orang sehari-hari. Hidup adalah deretan pilihan,kita sadari atau tidak sebetulnya setiap saat kita sedang memilih. Memilih untuk gaya hidup sehat atau sakit,memilih kaya atau miskin. Penyakit bisa menyerang penderita yang memiliki gaya hidup yang mirip. Beberapa penyakit sebagian besar kadang hanya menyerang orang kaya atau hanya orang miskin saja. Kenapa penyakit bisa memilih-milih status sosial si kaya dan si miskin.

Menurut Tung Desem Waringin, orang miskin menggunakan pola pikir “atau,” yaitu antara “yang tidak enak” atau “yang lebih tidak enak,” misalnya: “lebih baik miskin daripada sakit-sakitan” “lebih baik miskin daripada keluarga berantakan” “lebih baik miskin daripada menjadi koruptor” Bagaimana dengan orang kaya? Orang kaya memilih pola pikir “dan,” yakni “yang enak” dan “yang lebih enak,” contohnya: “kaya dan sehat” “kaya dan keluarga harmonis” “kaya dan bahagia”.

Terlepas dari pola pikir tadi, pendapatan rumah tangga sangat besar pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi. Biasanya makin baik (tinggi) tingkat pendapatan, tingkat konsumsi makin tinggi. Kerena ketika tingkat pendapatan meningkat, kemampuan rumah tangga untuk membeli aneka kebutuhan konsumsi menjadi makin besar. Atau mungkin juga pola hidup makon konsumtif, setidak-tidaknya semakin menuntut kualitas yang baik.

Pada lingkungan yang padat penduduk dan kotor biasanya dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi menyebar dengan cepat. Penyakit infeksi dapat menular dari orang ke orang atau dengan berkontak dengan benda yang terinfeksi. Pada lingkungan masyarakat miskin yang tidak bersih, kuman penyakit dapat cepat sekali menyebar.

Beberapa penyakit infeksi yang sering dialami orang miskin seperti TBC, cacar air, campak, diare, dan lain-lain. Untuk menghindari tertular penyakit infeksi, maka harus menjaga kebersihan tempat tinggal dan kebersihan diri, serta menghindari kontak dengan orang atau benda yang memebawa infeksi.

Sedangkan asma dapat dikategorikan sebagai salah satu penyakit orang kaya. Karena asma jarang menyerang orang miskin. Hal yang sama juga berlaku untuk penyakit alergi seperti eksim, rhinitis, dan atopik. Alasan keterkaitan tersebut masih belum diketahui dan perlu penyelidikan lebih lanjut.

Untuk alasan ini, para ilmuwan dari Universitas Bristol melakukan penelitian untuk mempelajari perbedaan antara kelompok orang yang dibesarkan di lingkungan yang bersih dan kelompok orang yang dibesarkan dalam lingkungan yang miskin dan kotor.

Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa flora usus dapat diubah secara signifikan, tergantung pada kebersihan lingkungan. Para peneliti menyelesaikan studi tersebut untuk lebih memahami alasan perbedaan tersebut pada sistem kekebalan tubuh. Para peneliti melakukan biopsi usus pada peserta penelitian.

Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa, orang yang tinggal di daerah miskin, daerah pedesaan memiliki lebih banyak sel regulator T yang memainkan peran utama dalam sistem kekebalan tubuh tersebut. Seperti namanya, sel regulator T berasal dari peradangan dan respon kekebalan.

Rekomendasi dari dokter untuk ibu yang sering melindungi anak dengan mengisolasi anak dari dunia luar, seharusnya tidak berlebihan mengisolasi anaknya. Karena sedikit paparan kuman dapat menjadi solusi sehat untuk gangguan alergi. Hal seperti ini sering terjadi pada orang kaya.

Comments