Whatsapp: +62813-9247-2500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Pariwisata Indonesia terus dilirik oleh mata dunia. Dari tahun ke tahun, tren destinasi wisata di Tanah Air makin meningkat. Jumlah wisatawan mancanegara alias wisman yang masuk pun terus bertambah.

Badan Pusat Statitsik (BPS) mencatat, sepanjang 2017, total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 14,03 juta orang. Angka tersebut meningkat 21,88 persen dibanding 2016 yang hanya 11,51 juta kunjungan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizki Ratman mengatakan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara berpengaruh pada hitungan investasi yang masuk. Menurut Dadang, investasi di sektor pariwisata rata-rata mengalami pertumbuhan hingga 20 persen. Adapun pada 2017, invesatasi perusahaannya mencapai transaksi 31 persen atau US$ 1,7 miliar.”Ternyata ada korelasi antara jumlah kunjungan dan investasi yang masuk,” kata Dadang dalam acara buka bersama Forum Wartawan Pariwisata di Redtop Hotel, Pecenongan, Jakarta, Senin malam, 4 Juni 2018.

Dari semua investasi yang masuk, investor banyak melirik kota-kota dengan jumlah wisatawan tertinggi. Di antaranya Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau. Kata Dadang, makin ramai kunjungan turis ke suatu tempat, makin diperlukan pula investasi untuk pembangunan kebutuhan amenitas seperti hotel atau homestay.

Selama ini, investor asing rata-rata berasal dari Cina, Singapura, dan Malaysia. Untuk menarik investor masuk, Kementerian Pariwisata memiliki formula selain mengadakan pertemuan b to b, yakni mempermudah akses menuju destinasi wisata.

Sejumlah strategi pengembangan destinasi pariwisata pun dirancang perwilayahan. Dalam pengembangan perwilayahan, pembangunan destinasi pariwisata difokuskan pada sejumlah daerah. Di antaranya 50 Destinasi Pariwisata Nasional), 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan 222 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN).

Selain itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi memberikan insentif, kemudahan, serta melakukan promosi investasi. Belakangan, deputi yang bersangkutan telah menggelar forum pertemuan para investor pariwisata atau Regional Investment Forum 2018 (RIF). Forum ini berlangsung di Yogyakarta.

Dalam forum tersebut dilaporkan, investor asing yang tertarik menanamkan modalnya di sektor pariwisata antara lain Timur Tengah, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Taiwan, Malaysia, Australia, Tiongkok, Inggris, India, dan Rusia.

souce: Tempo