Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Bakteri yang bersarang di handuk tak langsung membuat Anda sakit, namun sangat mungkin membuat Anda jadi gampang tertular penyakit. Sama seperti baju, handuk juga dipakai setiap hari. Sehingga, kebersihannya juga harus dijaga. Idealnya, handuk diganti setelah empat kali pemakaian. Apalagi handuk cenderung lembab karena pemakaian. Inilah yang kemudian menyebabkan bakteri dan kuman lebih mudah berkembang biak.

Saat handuk bersih sekalipun dipakai untuk mengeringkan tubuh yang basah, maka saat itu pula pertumbuhan bakteri serta jamur bisa dimulai. Semakin lama Anda menunda untuk mencuci dan mengganti handuk, tentu akan semakin banyak kuman dan bakteri bersarang di sana. Hati-hati, pemakaian handuk kotor bisa menyebabkan infeksi kulit dan bahkan menyebabkan tumbuhnya jamur di organ intim Anda.

“Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah Anda akan masuk ruang ICU, itu mungkin meski sangat jarang terjadi,” ujar Susan Whittier, PhD, direktur klinik pelayanan mikrobiologi di New York Presbyterian/Columbia University Medical Center.

Bakteri suka kelembaban, tetapi mereka tidak mencintai daerah yang telah kering. Itu sebabnya, langsung menjemur handuk di tempat kering atau di bawah terik matahari dapat menjadi cara menghentikan pertumbuhan bakteri, termasuk jamur.

Namun, ketika Anda mulai mencium bau tak sedap pada handuk yang dipakai, itu berarti jutaan bakteri telah bersarang di sana. Dan jika Anda tetap mengacuhkan, tidak mencuci dan menggantinya dengan handuk bersih, maka jutaan bakteri tersebut akan disapukan ke seluruh tubuh untuk “membersihkan” tubuh Anda.

“Selalu ada kuman pada tubuh kita, itu sudah pasti,” kata Marilyn C. Roberts, seorang profesor ilmu kesehatan lingkungan di University of Washington School of Public Health. “Dan ada pertumbuhan bakteri yang cepat pada handuk yang basah.”

Menurut Roberts, masalah terbesar dengan handuk adalah kelembaban yang konsisten. Jika tetap basah, bakteri akan tumbuh.

Sebaliknya, jika Anda tetap menyimpan handuk dalam gantungan kamar mandi, handuk akan terus lembab hingga Anda memakainya kembali. Meskipun Anda dalam keadaan bersih saat mengeringkan tubuh dengan handuk, Anda tetap mentransfer bakteri kulit ke handuk yang Anda pakai. Bakteri itu kemudian akan terus bertambah dan berkembang biak dari hari ke hari.

Bakteri lingkungan seperti mycobacteria nontuberculous, dapat ditemukan di kepala shower yang tak pernah dibersihkan dan dapat menyebabkan infeksi paru-paru.

Individu dengan sistem kekebalan yang lemah maupun usia yang sudah tua, juga sangat mungkin terinfeksi bakteri atau virus yang tersebar di kamar mandi dan menetap di handuk.

Termasuk bakter Legionella yang dapat berkembang biak di dalam sistem air dan menyebabkan penyakit pernapasan. Keduanya dapat hidup berlama-lama di handuk yang lembab.

Biasanya, infeksi yang paling banyak terjadi akibat paparan bakteri dalam handuk lembab ialah radang tenggorokan yang dapat memicu batuk, ruam dan gatal pada kulit, serta kulit kepala gatal.

“Orang-orang yang kerap mengalami kondisi itu, sebaiknya menggunakan handuk kering setiap kali mereka mandi karena dengan mudah terinfeksi bakteri atau virus yang tersebar di kamar mandi,” saran Roberts.

Pada orang dengan MRSA, meski rutin mencuci handuknya setelah empat kali pemakaian, kemungkinan infeksi akan tetap ada.

Untuk orang dewasa dengan kondisi tersebut atau sedang merasa tidak fit, Roberts menyarankan untuk memiliki dua handuk mandi, satu untuk di pagi hari, yang lainnya untuk malam hari, sehingga handuk bebas dari lembab selama 24 jam. Dan untuk penggunaan sebanyak dua kali sehari, handuk harus dicuci setiap 3-4 hari sekali

Umumnya, mengeringkan tubuh dengan handuk yang dipenuhi oleh bakteri kulit Anda sendiri tak akan menyebabkan Anda sakit. Tapi, jika Anda membawa bakteri patogen seperti MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus, infeksi kulit yang bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti paru dan jantung. Sehingga, bisa membahayakan nyawa.), karena sekitar 10% orang sehat bisa membawa ini yang kebetulan kulitnya kering, pecah-pecah atau ada luka pada kulit, jelas Whittier.

Jika infeksi MRSA sudah menyebar hingga masuk ke dalam darah, sudah pasti Anda akan terbaring di rumah sakit.

Kalaupun Anda tak mencuci handuk setelah pemakaian keempat kali, Anda memang takkan langsung terkena infeksi jamur. “Orang yang sehat tidak akan membawa jamur pada kulit mereka. Jamur bukanlah bagian dari kulit normal,” ujar Whittier.

Jadi, mulailah biasakan mengganti handuk setelah empat kali pemakaian. Selain itu, hindari bertukar handuk dengan siapapun, agar kulit dan tubuh tetap sehat.


Kompas

Comments