Whatsapp: +6281392472500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com

Pulau Belakangpadang dapat ditempuh selama 20 menit dengan menumpang boat kecil atau yang sering disebut Boat Pancung dari pelabuhan pancung di sekupang – Batam. Boat ini dapat mengangkut maksimal 10 orang. Cukup dengan membayar Rp15.000/orang kita sudah dapat menikmati hamparan laut luas selama 20 menit. Harga yang cukup murah dibanding harus menyewa perahu di tempat wisata.

Batam4

Meski belum dimaksimalkan sebagai daerah wisata, ada banyak tempat menarik untuk dikunjungi di pulau tersebut. Bila ingin mencicipi makanan laut khas Melayu, dapat mengunjungi Langlang Laut yang letaknya persis di areal masuk Pulau Belakang Padang, atau sebrang Polsek Belakang Padang. Tempat makan tersebut beroperasi sehabis magrib hingga tengah malam. Persis seperti pasar malam karena tidak hanya menawarkan menu seafood, namun juga aneka buah-buahan, mainan anak-anak, makanan ringan hingga berbagai jus yang kerap bisa kita nikmati di berbagai kedai di kota besar. Tempat sarapan pagi favorit ada di Pasar Baru Belakangpadang, letaknya sebelah pelabuhan. Disana kios roti prata, bubur ayam, mie goreng, lontong sayur, hingga gado-gado komplit tersedia dengan harga yang cukup terjangkau dan cukup mengenyangkan hingga menjelang makan siang. Kalau malam hari ada bakso favorit warga yang wajib dikunjungi setiap kali ke Belakangpadang. tempatnya agak sedikit ke kanan dari pasar tersebut.
Bila ingin menikmati suasana pantai, dapat berkunjung ke Pantai Pasir Putih. Meski tidak terawat dengan baik, cukup lumayan untuk bermain pasir, ayunan, atau hanya sekedar foto-foto atau duduk-duduk di meja dan bangku beton yang tersedia di tempat tersebut. Bila ingin berkunjung ke pantai tersebut, jangan lupa membawa makanan dan minuman, karena tidak ada orang yang berjualan di tempat tersebut, Bila lupa atau malas membawa pakaian ganti, jangan khawatir, ada banyak toko baju di Pasar Baru Belakangpadang, lengkap dengan salon yang beroperasi diatas laut. Ada yang toko baju seperti di pasar-pasar, ada juga yang sekelas butik.

 

Belakangpadang-Singapura memang sempat memiliki sejarah yang cukup lekat. Warga Belakangpadang umumnya memiliki kerabat di Singapura, beberapa warga tersebut dulu – saat kewarganegaraan belum menjadi isu sensitif seperti saat ini,memiliki KTP Singapura. Mereka juga biasanya dengan leluasa berbelanja kebutuhan pokok ke negeri tersebut. Saat itu Pulau Batam memang belum seramai saat ini. Penduduk Belakang Padang sangat heterogen dan sebagaian besar merupakan pendatang dari beberapa daerah di sekitar Indonesia. Pulau kecil ini di bagi menjadi beberapa kelurahan yang dihuni oleh beberapa suku seperti suku Jawa yang umumnya bertempat tinggal di kelurahan kampung Jawa, Kelurahan Kampung Tengah yang banyak di tempati oleh suku Melayu dan Padang, kelurahan kampung Tanjung banyak di tempati oleh suku Melayu dan Pasar yang banyak di huni oleh orang Tionghoa.

 

Dahulu, penghasilan utama masyarakat Belakangpadang adalah nelayan namun seiring dengan berjalannya waktu, Belakangpadang digunakan sebagai tempat hunian bagi sebagaian orang yang bekerja di kilang minyak Pulau Sambu pada masa kolonial Belanda. Masih banyak rumah-rumah kayu khas melayu yang dicat berwarna-warni di pulau tua ini. Dulu Pulau Batam memang termasuk salah satu wilayah Kecamatan Belakangpadang, hingga akhirnya karena luas Belakangpadang sangat terbatas, kondisinya berbalik. Batam menjadi kotamadya, dan Belakangpadang menjadi salah satu kecamatannya.

 MINOLTA DIGITAL CAMERA
Pulau yang hanya berukuran 68,4 km² dan habis terkelilingi kurang dari dua jam dengan menggunakan sepeda motor, memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Tidak hanya alun-alun yang biasanya digunakan untuk kenduri, pernikahan, atau shalat id, namun juga memiliki kantor Telkom sendiri, pembangkit listrik dan kantor PLN sendiri. Kantor PLN Belakangpadang Warga di pulau tersebut juga sangat modern dan dilengkapi tempat pengolahan sampah sendiri. Secara berkala mobil sampah akan mengambil material-material buangan dari rumah warga. Mereka juga memiliki areal pemakaman hingga stadium olahraga yang sangat luas, lengkap dengan tribun dan lapangan bola. Sekolah? Jangan ditanya. Belakangpadang memiliki fasilitas pendidikan yang cukup lengkap. Mau TK Islam atau nasional tinggal pilih, begitupula untuk jenjang SD, SMP hingga SMA. Ada beberapa sekolah yang dapat dimanfaatkan warga untuk mendulang ilmu. Warga pulau-pulau kecil di sekitar Belakangpadang biasanya rela mendayung berkilo-kilo untuk bersekolah di.SDN 004 Belakangpadang. Bagi yang hobi berfoto atau itikaf di masjid, ada banyak masjid dan mushalla di pulau penawar rindu ini.
Sekarang, air bersih juga bukan lagi menjadi kendala. Warga biasanya memanfaatkan air hujan sebagai air bersih untuk mencuci dan mandi. Sementara untuk air minum, warga memilih air galon, meski beberapa ada juga yang nekat memasak air hujan yang ditampung tersebut untuk air minum dan memasak. Curah hujan di Belakangpadang memang cukup tinggi. Mereka biasanya memodifikasi ataprumah agar setiap kali hujan, airnya langsung mengalir ke bak penampungan. Sehingga, ketersediaan air tetap terjaga. Bila hujan tak kunjung tiba, warga biasanya membeli air yang dikemas dalam drum dan dijajakan melalui boat. Saat ini pemerintah sedang membangun dam Sekanak Raya untuk menampung air hujan yang nantinya akan diolah sebagai air bersih. Saat ini, dam yang cukup besar tersebut masih dalam proses pembangunan.
 blp
Transportasi di Belakangpadang memang hanya mengandalkan becak dan sepeda motor. Jalanan pulau yang sangat kecil, tidak memungkinkan ada banyak mobil. Hanya transportasi motor saja sudah banyak yang kecelakaan (akibat kebiasaan mengebut tanpa mengenakan helm).  Penginapan Ada banyak penginapan di Belakangpadang. Meski tarafnya bukan hotel, namun cukup nyaman. Bila memiliki sepeda lipat saya sarankan untuk dibawa. Sangat seru berkeliling pulau ini dengan menggunakan sepeda. Bsa juga menyewa jasa becak yang harganya beragam tergantung jarak, menyewa becak dari ujung-keujung harganya sekitar Rp20.000, cukup mahal bila dibandingkan dengan jasa ojek yang hanya Rp5.000. Namun bila naik becak kita berasa menjadi benar-benar seorang pelancong =D.

 

Comments