Whatsapp: +62813-9247-2500 (English) / 0813 7222 2565 (Indonesia) terapibatam@gmail.com
Jelly Kubis buat Orang Malas Makan Sayur di Jepang

Jelly Kubis buat Orang Malas Makan Sayur di Jepang

Tidak ada yang lebih serius tentang kubis daripada Mimatsu Foods, perusahaan makanan spesialis gyozadan spring roll. Mereka telah bekerja dengan petani setempat untuk menghadirkan berbagai makanan lezat bagi masyarakat di prefektur Gunma sejak tahun 1970, serta kecintaan mereka terhadap kubis lokal tidak dapat dikalahkan. Mereka bahkan pernah bereksperimen dengan membuat minuman soda rasa kubis pada tahun lalu.

Kini kubis-kubis tersebut kembali lagi, dan dalam bentuk konjac jelly yang dibumbui dengan ekstrak kubis buatan. Konjac Jelly (atau konnyaku, seperti yang disebut di Jepang) mengandung gelatin yang alami, dan makanan ini populer untuk digunakan dalam berbagai hidangan atau bahkan untuk digunakan sebagai topping minuman dengan sedikit tekstur tambahan. Jeli kubis dipasarkan sebagai makanan diet – karena konnyaku membutuhkan waktu yang lama untuk dimakan setelah dikunyah kemudian ditelan, sehingga dapat membuat pengonsumsinya cepat merasa kenyang. Ekstrak kubis yang tumbuh secara lokal dianggap mengandung nutrisi yang bermanfaat.

Salah satu manfaat terbaik dari produk ini adalah karena memungkinkan perusahaan menggunakan semua bagian kubis yang tidak terpakai untuk digunakan pada jenis makanan lainnya. Ekstrak kubis yang dijadikan bahan konnyaku diambil dari inti dan daun terluar yang diambil dari enam ton kubis yang digunakan Minmatsu Foods setiap harinya.
Jeli ini dijual sekitar 197 yen atau 20 ribu rupiah saja satu bungkusnya, tertarik untuk mencoba?

Source : SoraNews24


 

Ternyata isu Rasisme ada juga di Jepang

Ternyata isu Rasisme ada juga di Jepang

Sebuah studi terbaru mengenai bias implisit oleh psikolog Universitas Matsumoto, Kazuo Mori mencatat bahwa Jepang memiliki bias implisit terhadap orang kulit hitam, menyimpulkan bahwa “orang Jepang menunjukkan preferensi implisit untuk ‘orang kulit putih’ di atas ‘orang kulit hitam.’”

Departemen Kehakiman Jepang merilis survei nasional pertama kalinya mengenai diskriminasi ras dan etnis di Jepang dan melaporkan bahwa 30 persen responden non-Jepang (mayoritas etnis Korea dan warga Tionghoa) melaporkan bahwa mereka telah menjadi sasaran pidato diskriminatif. Lebih dari 40 persen melaporkan bahwa mereka telah menjadi korban diskriminasi karena paham rasisme.

Meskipun Jepang telah menjadi penandatangan Konvensi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Ras sejak 1995, seperti Amerika Serikat, namun pidato kebencian yang mencerminkan paham rasisme masih banyak terjadi. Pemerintah Jepang menganggap bahwa diskriminasi rasial dalam Jepang yang homogen secara rasial sangat minim, sehingga tindakan hukum untuk memberantasnya tidak diperlukan.

Untuk bagiannya, Kementerian Kehakiman berpendapat bahwa pernyataan seperti “sokoku e kaere” yang mendorong orang-orang non-Jepang atau orang-orang yang dianggap tidak cukup Jepang (seringkali terlepas dari kewarganegaraan mereka yang sebenarnya) untuk kembali ke “tanah air” mereka bukan merupakan pidato kebencian . Namun laman beranda kementerian sendiri menampilkan kalimat “Hentikan! Ujaran kebencian” di poster dan video YouTubenya menyebutkan tentang hal yang mendefinisikan perkataan yang mendorong kebencian seperti kata-kata “pengusiran dari Jepang atau membunuh orang dari negara tertentu. ”

“Ketidaktahuan” Jepang tentang rasisme tidak terbatas pada penampilan kulit hitam, bahkan media Jepang tidak banyak mendidik publik mengenai hal seperti itu. Rasisme di Jepang berawal dari ucapan mulut ke mulut sejak zaman Gempa Besar pada tahun 1923 yang mengakibatkan pembantaian orang Korea pada masa tersebut. Meski kampanye anti diskriminasi secara rasis telah digembar-gemborkan, terkadang paham rasisme di Jepang disetujui oleh pemerintah secara diam-diam di situs pemerintahan sendiri.

Source : Japan Times


Mengenal sosok Samurai “Umar Ryoichi Mita”, Penerjemah Alquran pertama kali di Jepang

Mengenal sosok Samurai “Umar Ryoichi Mita”, Penerjemah Alquran pertama kali di Jepang

Haji Umar Ryoichi Mita lahir pada tanggal 19 Desember 1892 dalam keluarga samurai di Yamaguchi, Jepang, dan lulus dari Yamaguchi Commercial College kemudian dia pergi ke Tiongkok di mana dia melakukan kontak pertamanya dengan Islam. Mita menjadi sangat terkesan dengan gaya hidup kaum muslimin. Pada tahun 1920, ia menulis sebuah artikel tentang “lslam in China” di sebuah majalah Jepang. Pada tahun 1921, Mita bertemu dengan Haji Yamaoka (Muslim Jepang pertama yang melakukan haji pada 1909) untuk belajar lebih banyak tentang Islam, tetapi Mita memeluk Islam secara resmi pada tahun 1941, dan menerima nama Umar, serta memutuskan untuk melibatkan hati dan jiwa untuk masuk Islam.

Tiga terjemahan Al-Quran Jepang diterbitkan pada tahun 1920, 1937 dan 1950. Terjemahan keempat dari bahasa Arab asli diterbitkan pada tahun 1957. Tetapi semua terjemahan Jepang ini dibuat oleh para sarjana Jepang non-Muslim. Selain itu, tiga Quran sebelumnya diterjemahkan dari bahasa Inggris atau bahasa lain sehingga dirasa mengandung bias yang tidak Islami.

Oleh karena itu, Haji Umar Mita merasakan kebutuhan akan tafsir Jepang dari Al-Qur’an yang disiapkan oleh seorang Muslim Jepang dan dari teks Arab asli. Tidak ada orang lain yang lebih baik daripada Haji Umar Mita sendiri yang melakukan pekerjaan luar biasa seperti itu. Jadi dia memutuskan untuk melakukan pekerjaan itu sendiri saat dia berumur 69 tahun. Meski dia sakit dan telah tua, menurutnya hal tersebut ia lakukan hanya demi mengharapkan keridhaan dari Sang Pencipta.

Haji Umar Mita mengunjungi Mekkah dan melakukan kontak yang luas dengan para ulama Al-Quran di Mekah, Madinah, Jeddah, Taif, Riyadh, dan lainnya, sehingga membuat banyak kemajuan dalam pekerjaannya. Pada tanggal 10 Juni 1972, pencetakan tafsir Al-Qur’an menggunakan bahasa Jepang telah selesai dan edisi pertamanya diterbitkan setelah 12 tahun kerja keras dan melelahkan dari Haji Umar Mita yang saat itu sudah berusia 80 tahun. Bahkan setelah diterbitkan, Haji Umar Mita terus menulis catatan terjemahan dan memandu kegiatan Asosiasi Muslim Jepang.

Haji Umar Mita meninggal pada tahun 1976 pada usia 82 tahun.

source:

wikipedia

Arab news


Manfaat Mentimun Yang harus Kamu Tahu

Manfaat Mentimun Yang harus Kamu Tahu

Mentimun seringkali hanya berfungsi sebagai lalapan semata. Padahal, buah yang cukup mudah dijumpai di pasaran ini, kaya akan air dan dapat memberikan manfaat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Anda dapat memakannya sebagai camilan, dengan menambahkan ke salad, sandwich, atau smoothies. Dikutip dari boldsky.com pada Rabu 13 Juni 2018, berikut alasan mengapa Anda perlu makan Mentimun setiap hari.

1. Mentimun baik untuk otak
Mentimun mengandung flavonol anti-inflamasi yang sangat bagus untuk meningkatkan kesehatan otak. Fungsi utamanya adalah untuk meningkatkan konektivitas neuron. Ini tidak hanya akan membantu dalam menjaga ingatan, tetapi juga akan melindungi sel-sel saraf dari kerusakan yang berkaitan dengan usia.

2. Mengurangi tingkat stres
Ketimun kaya akan vitamin, terutama vitamin B kompleks yang termasuk vitamin B1, vitamin B5, dan vitamin B7. Vitamin B7 juga dikenal sebagai biotin. Vitamin ini sangat efektif dalam merilekskan sistem saraf dan membawa bantuan dari dampak stres dan kecemasan.

3. Menurunkan berat badan
Jika Anda sedang mengaplikasikan program diet, maka mentimun bisa masuk daftar buah dalam rencana diet Anda. Hanya dengan makan mentimum tidak akan membantu menurunkan berat badan, tetapi ini penting untuk mempertahankan diet seimbang yang mengandung semua makronutrien seperti karbohidrat, lemak, protein, dan lain-lain.

4. Mengandung sifat anti-peradangan alami
Mentimun mengandung sekitar 96% air yang membuat tubuh terhidrasi, serta memelihara sel-sel. Jus mentimun juga bagus untuk mengurangi rasa sakit dan infeksi. Ini berkat sifat anti-peradangan yang menghambat enzim yang dihasilkan saat Anda menderita peradangan internal.

5. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Mentimun kaya dengan serat larut dan air. Anda dapat memulai kebiasaan sehat dengan menambahkan mentimun di salad dengan biji wijen dan cuka sari apel. Ini sangat bagus untuk sistem pencernaan Anda. Mentimun juga akan membantu mengurangi tingkat pH di lambung dan akan membantu memerangi sembelit.

6. Baik untuk jantung
Mentimun mengandung kadar potasium yang tinggi, yang sangat bagus dalam mengatur tekanan darah. Kalium bertindak sebagai elektrolit yang membantu mengatur fungsi seluler. Ini juga membantu dalam merawat sistem saraf, kontraksi otot, dan fungsi jantung. Selain itu, mentimun mengandung serat yang dapat membantu mencegah penumpukan kolesterol di arteri dan mencegah penyumbatan jantung.

7. Menghilangkan kelelahan
Mentimun dapat mencegah kelelahan dari kegiatan sehari-hari. Anda dapat menambahkan hidangan rumahan dengan mentimun seperti, salad, jus detoks, atau smoothie.

8. Mengandung antioksidan
Antioksidan memblokir oksidasi yang menghasilkan radikal bebas yang dapat menyebabkan beberapa jenis penyakit kronis. Radikal bebas dikaitkan dengan penyakit seperti kanker, jantung, paru-paru, dan penyakit autoimun. Buah-buahan dan sayuran yang termasuk mentimun terutama dikemas dengan antioksidan yang dapat menurunkan risiko penyakit ini.

9. Membantu mendukung gerakan usus secara teratur
Mentimun kaya dengan air dan serat larut membantu meningkatkan konsistensi tinja, mencegah konstipasi, dan membantu menjaga keteraturan. Hal ini dapat membantu meningkatkan frekuensi gerakan usus sambil memberi makan bakteri menguntungkan dari usus.

Source:

Wikipedia


Penjelasan Ilmiah Tentang Asal Muasal Kesadaran pada Manusia

Penjelasan Ilmiah Tentang Asal Muasal Kesadaran pada Manusia

Tim ilmuwan dari Harvard berhasil menemukan bagian otak yang berperan dalam kesadaran manusia. Michael Fox, peneliti kesehatan otak dari Beth Israel Deaconess Medical Centret di Harvard Medical School, beserta tim menemukan tiga lokasi penting otak.
Fox menjelaskan, seperti dilansir laman Science Alert, studi ini berangkat dari semangat memahami orang dalam keadaan koma. “Jika berhasil menemukan kunci itu, mungkin kita bisa membangunkan orang yang telah lama koma,” ujar Fox.

Fox dan tim pun mulai menganalisis otak dari 36 pasien. Sebanyak 12 di antaranya merupakan pasien koma. Ternyata satu bagian di batang otak yang disebut rostral dosolateral pontine tegmentum ditemukan rusak pada 10 pasien sadar dan tidak sadar. “Hal ini merupakan indikasi awal bahwa bagian itu penting untuk kesadaran,” katanya. Kemudian Fox dan tim melihat hubungan bagian tersebut dengan bagian otak lain melalui otak manusia yang sehat.

Setelah dianalisis, ada dua bagian korteks yang terhubung dengan bagian tersebut. Kedua korteks itu, yakni anterior insula dan pregenual anterior cingulate cortex.Studi dilanjutkan dengan pemindaian otak sebanyak 45 pasien menggunakan mesin fMRI. Dari situ, tim berhasil mengonfirmasi bahwa semua pasien koma memiliki kerusakan di jaringan tiga bagian tersebut.

Memang, bagian anterior insula dan pregenual anterior cingulate cortex sudah lama diketahui berperan dalam kesadaran. Namun baru kali ini bagian ini terungkap fungsi dengan batang otak.

Source:sience alert